Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

3. Metodolgi Ilmu

  1.        Epistemology Bayani   Bayani adalah metode pemikiran khas Arab yang menekankan otoritas teks (nash), secara langsung atau tidak langsung, dan dijustifikasi oleh akal kebahasaan yang digali langsung lewat inferensi (istidlal).   A.       Perkembangan Bayani Istilah bayani berasal dari bahasa Arab bayaan yang artinya penjelasan. Al Jabiri (1936-2010 M0 menjelaskan beberapa makna yang diberikan kamus Lisaan al-Arab karya Ibnu Mandzur (1233-1312 M) yang memberikan arti bayaan sebagai al-fashl wa infishal (memisahkan dan terpisah) dan al-dhuhur wa al-idhhar (jelas dan penjelasan).   Sementara itu, secara terminology, bayaan mempunyai 2 arti, yaitu sebagai aturan-aturan penafsiran wacana dan syarat-syarat   memproduksi wacana.   Sampai disini, bayani telah berkembang jauh. Ia tidak lagi sebagai sekadar penjelas atas kata-kata sulit dalam Al-Qur’an, tetapi telah berubah menjadi se...

2. Ilmuwan Islam dalam Bidang Bahasa dan Sastra

 Abu Nawas  Abu Nawas atau  Abu Nuwas  adalah seorang penyair Islam terkenal di era kejayaan Islam. Orang Indonesia begitu akrab dengan sosok  Abu Nawas  melalui cerita-cerita humor bijak dan sufi. Sejatinya, penyair yang bernama lengkap Abu Nuwas al-Hasan bin Hini al-Hakami itu memang seorang humoris yang lihai dan cerdik dalam mengemas kritik berbungkus humor. Diperkirakan, Abu Nawas terlahir antara tahun 747 hingga 762 M. Ada yang menyebut, tanah kelahirannya di Damaskus, ada pula yang meyakini Abu Nawas berasal dari Bursa. Versi lainnya menyebutkan dia lahir di Ahwaz. Yang jelas, Ayahnya bernama Hani seorang anggota tentara Marwan bin Muhammad atau Marwan I-Khalifah terakhir Dinasti Umayyah di Damaskus. Sedangkan ibunya bernama Golban atau Jelleban seorang penenun yang berasal dari Persia. Sejak lahir hingga tutup usia, Abu Nawas tak pernah bertemu dengan sang ayah. Saat masih kecil, sang ibu menjualnya kepada seorang penjaga toko dari Yaman yang be...

1. Konsep Ilmu Pengetahuan dalam Islam

 Resume Konsep Ilmu Pengetahuan dalam Islam          Al - Attas membagi konsep ilmu pengetahuan menjadi dua, yaitu Illuminasi (Ma'rifat) dan Ilmu Sains. Ilmu dalam Islam memiliki dimensi yang universal, empirik, dan metafisik (ghaib). Ilmu dalam Islam tidak hanya meliputi ilmu-ilmu agama saja melainkan ada ilmu-ilmu lain seperti ilmu fisika, biologi, dan sebagainya.          Dalil yang menjelaskan tentang Konsep Ilmu Pengetahuan yaitu Q.S. Al-'Alaq (96) : 1-5 yang menjelaskan tentang manusia unggul dikarenakan memiliki akal dan pikiran dibandingkan dengan makhluk lainnya. Episteme Ilmu dalam Islam berlandaskan Tauhid          Ilmu pengetahuan tetap diposisikan secara netral. Agama dan ilmu dipisahkan dan Tuhan dijauhkan di urusan pengembangan ilmu pengetahuan. Reorientas Epistemologi Islam berdasarkan Tauhid 1. Doktrin Al-Qur'an          - Perintah untuk berpikir      ...