6. Etika Islamisasi
A. Pengertian
Menurut Sayed Husein Nasr, Islamisasi ilmu termasuk Islamisasi budaya adalah upaya menerjemahkan pengetahuan modern ke dalam bahasa yang dipahami masyarakat Muslim yang dimana mereka tinggal. Artinya Islamisasi ilmu lebih merupakan usaha untuk mempertemukan cara pikir san bertindak (epistemologis dan aksiologis) masyarakat Muslim dalam kaitannya dengan perkembangan dunia.
Menurut Hanna Djumhana Bastaman, Islamisasi ilmu adalah upaya menghubungkan kembali ilmu pengetahuan dengan agama, yang berarti menghubungkan kembali hukum alam, dengan Al Qur'an.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Islamisasi ilmu adalah upaya membangun kembali paradigma keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
B. Sejarah
Pertama kali dilakukan pada zaman Sayed Husein Nasr dalam beberapa karyanya pada tahun 1960-an. Lalu pada tahun 1977 diresmikan sebagai proyek Islamisasi ilmu oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Menurutnya, Islamisasi ilmu tidak bisa dilakukan hanya dengan mempertemukan diantara keduanya, tetapi juga perlu adanya rekonstruksi ontologis dan epistemologis, karena dari sisi inilah sebuah keilmuan lahir.
C. Tanggapan Ahli Pakar
Gagasan Islamisasi ilmu tentu mendapat pro dan kontra. Diantara pihak yang pro adalah AM. Saifuddin. Menurutnya, Islamisasi ilmu adalah suatu keharusan bagi kebangkitan Islam, karena pusat kemunduran umat dewasa ini adalah keringnya ilmu pengetahuan.
Senada dengan itu, seorang pemikir Muslim yang bernama Osman Bakar juga menyetujui adanya Islamisasi ilmu. Menurutnya, Islamisasi ilmu sangat penting dalam kemajuan ilmiah dan teknologi umat Islam.
Adapun pihak yang kotra adalah Usep Fahruddin. Menurutnya, Islamisasi ilmu bukan termasuk kerja ilmiah ataupun kerja kreatif. Tidak ada bedanya dengan pembajakan atau pengakuan terhadap karya orang lain. Lalu ada Fazlur Rahman yang menurutnya tidak perlu adanya Islamisasi ilmu karena semua ilmu telah "Islam".
Islamisasi Bahasa sebagai Langkah Awal Islamisasi Sains
1. Sayid M. Naquib Al-Attas
Lahir di Jawa Barat, 5 September 1931. Ayahnya orang terkemuka di kalangan Syed sedangkan ibunya keturunan dari dari raja-raja Sunda Sukaparna. Pada usia 5 tahun, Naquib dibawa ke Johor, Malaysia untuk dididik oleh oleh saudara ayahnya.
Namun pada masa penjajahan Jepang, Naquib pulang ke Jawa Barat dan masuk pesantren al-Urwah al-Wushta, belajar bahasa Arab dan Islam.4 tahun kemudian Naquib kembali ke Malaysia.
Latar belakang Islamisasi
Menurut Naquib, pandangan dunia barat bersifat dualistik akibat dari kenyataan bahwa peradaban barat tumbuh dari peleburan historis dari kebudayaan dan nilai-nilai.
Worldview
Menurut Naquib, Islam memandang realitas sebagai sesuatu yang 'ada', bukan sesuatu yang 'menjadi' sebagaimana yang dipahami barat sehingga objek epistemologinya menjadi tetap, jelas dan pasti bukan realif dan skeptis.
Islamisasi ilmu-ilmu Sosial
Ismael Raji Al-Faruqi
Latar Belakang Islamisasi
Menurut Al-Faruqi, sains modern merupakan sebuah kemunduran yang dimana pengetahuan modern menjadi kering dan jauh dari bilai-nilai Tauhid.
Prinsip Dasar Islamisasi
1. Keesaan
2. Kesatuan ciptaan
3. Kesatuan kebenaran dan pengetahuan
4. Kesatuan hidup
5. Kesatuan manusia
Tujuan dan Langkah Kerja
Secara umum, Islamisasi Al-Faruqi dimaksudkan sebagai respon positif terhadap realitas pengetahuan modern yang sekularistik di satu sisi dan Islam yang terlalu religius di sisi lainnya.
Secara terperinci, tujuan yang dimaksud adalah :
1. Penguasaan disiplin ilmu modern
2. Penguasaan khazanah warisan Islam
3. Membangun relevansi Islam
4. Memadukan nilai-nilai khazanah Islam
5. Pengarahan aliran pemikiran Islam
Untuk merealisasikannya, Al-Faruq menyusun 12 langkah yang secara kronologis harus ditempuh :
1. Penguasaan disiplin ilmu modern
2. Survei disiplin ilmu
3. Penguasaan khazanah Islam, sebuah antologi
4. Penguasaan khazanah Islam tahap analisis
5. Penentuan relevansi Islam yang khas terhadap disiplin ilmu
6. Penilaian kritis terhadap disiplin keilmuan modern dna tingkat perkembangannya di masa kini
7. Penilaian kritis terhadap khazanah Islam dan tingkat perkembangannya dewasa ini
8. Survei permasalahan yang dihadapi umat Islam
9. Survei permasalahan yang dihadapi manusia
10. Analisis sintetis kreatif dan sintetis
11. Penuangan kembali disiplin ilmu modern ke dalam kerangka Islam
12. Penyebaran ilmu-ilmu yang telah diislamkan
Komentar
Posting Komentar